Selasa, 22 Februari 2011

TEKNIK RADIOGRAFI OSS MANUS & OSS WRIST JOINT

ANATOMI TULANG MANUS

Tulang manus terdiri atas 27 tulang, yang dibagi menjadi:
• 3 (tiga) kelompok / bagian :
• 1. Phalanges / tulang jari tangan
- Phalang mempunyai batang dan dan dua ujung
- batangnya mengecil diarah ujung distal
- terdapat 14 (empat belas) phalang dibentuk oleh 5(lima) bagian tulang yang berhungan dengan metacarpal, tiga pada tiap jari dan dua pada ibu jari
2. Metacarpal / tulang telapak tangan
 terdapat 5 (lima) tulang metakarpal
 setiap tulang mempunyai batang dan dua ujung
 ujung yang bersendi dengan tulang karpal disebut ujung karpal dan membentuk sendi karpo metakarpal
 pada ujung distal bersendi dengan phalang (metacarpophalangeal joint)

TUJUAN PEMERIKSAAN RADIOLOGIS TULANG MANUS :
Untuk mengetahui struktur tulang manus secara radiologi dengan proyeksi tertentu , beserta kelainan yang mungkin ada pada daerah tersebut, dimana kelainan dan perintah ini dilakukan berdasarkan atas rekomendasi dokter yang berkompeten.
TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI OSSA MANUS
Proyeksi Postero Anterior
- Film : 18 x 24
- Posisi pasien: pasien duduk menyamping meja pemeriksaan
- Posisi obyek : lengan dan tangan pasien diatur diatas ET, dan letakkan tangan yang diperiksa diatas kaset dengan telapak tangan menempel pada permukaan kaset. Atur jari-jari tangan agak merenggang satu sama lain. Untuk immobilisasi lengan pasien diberi sandbag.
- CR / berkas sinar vertikal tegak lurus terhadap obyek
- CP / titik bidik : metacarpophalageal joint ketiga
- FFD : 90 cm
- Marker R atau L
- Eksposi pada saat obyek tidak bergerak
- Struktur gambar yang terlihat :carpal, metacarpal dan phalang (kecuali phalang 1), interartikulasi tangan, bagian distal radius dan ulna tampak pada posisi PA. untuk phalang 1 terlihat dalam keadaan oblik



- Evaluasi kriteria :
a. Tidak ada rotasi pada tangan:
Kelengkungan metacarpal dan phalang harus sama pada kedua sisi
Soft tissue harus tampak
b.Sendi metacarpophalangeal dan interphalangeal terbuka,
indikasinya adalah tangan menempel pada kaset.
c. Phalang harus tampak jelas termasuk soft tissue-nya dan tidak saling overlap
d. Bagian distal radius dan ulna harus tampak
e. Radiograf harus mampu memperlihatkan jaringan lunak/soft tissue dan trabekula tulang

2. Proyeksi Lateral Ekstensi
Film : 18 x 24
- Posisi pasien: pasien duduk menyamping meja pemeriksaan
- Posisi obyek : lengan dan tangan pasien diatur diatas ET, dan letakkan tangan yang diperiksa diatas kaset dengan telapak tangan menempel pada permukaan kaset. Atur jari-jari tangan agak merenggang satu sama lain. Untuk immobilisasi lengan pasien diberi sandbag.
- CR / berkas sinar vertikal tegak lurus terhadap obyek
- CP / titik bidik : metacarpophalageal joint ketiga
- FFD : 90 cm
- Marker R atau L
- Eksposi pada saat obyek tidak bergerak
- Struktur gambar yang terlihat :
carpal, metacarpal dan phalanges (kecuali phalange digiti I) mengalami overlaping antara satu dengan yang lain. Bagian distal os radius dan ulna terlihat saling superposisi. Phalange I (thumb) dalam keadaan terpisah dengan phalange lain. Posisi ini digunakan untuk melihat adanya corpus alienum.
Kriteria Evaluasi :
➲ Tangan harus betul-betul dalam posisi lateral :
➲ Phalange saling superposisi ( kecuali pada fan lateral dimana satu sama lain saling terpisah)
➲ Metacarpal superposisi
➲ Distal radius dan ulna superposisi
➲ Phalange I (thumb) bebas dari superposisi dan tidak mengalami kekaburan karena pergerakan
➲ Jari-jari dalam keadaan lurus
➲ Kualitas radiograf harus mampu memperlihatkan batas-batas yang jelas antar bagian.
Proyeksi Lateral Fleksi
• Kaset yang digunakan berukuran 18 x 24 cm
• Posisi pasien : pasien duduk menyamping meja pemeriksaan pada sisi tangan yang akan diperiksa, lengan diatas meja pemeriksaan
• Posisi obyek :
tangan diletakkan diatas kaset dengan sisi ulnar menempel pada kaset. Pertengahan kaset pada metacarpophalangeal joint dan diatur sedemikian rupa sehingga tangan betul-betul dalam posisi lateral. Jari – jari diatur relaks dan fleksi. Agar tangan tidak bergerak, pada lengan palsien diganjal sandbag. Agar digiti I tidak bergerak, maka diganjal spon.
• Pertengahan sinar: sinar tegak lurus menuju ke metacapophalangeal joint I.
• Jarak fokus ke film 90 cm.
• Struktur yang terlihat :
struktur tulang dan jaringan lunak dalam keadaan fleksi. Posisi ini digunakan untuk melihat pergerakan arah fraktur (kearah anterior atau posterior) pada daerah metacarpal.
Kriteria Evaluasi :
➲ Tangan harus betul-betul dalam posisi lateral :
➲ Phalange saling superposisi
➲ Metacarpal superposisi
➲ Distal radius dan ulna superposisi
➲ Phalange I (thumb) bebas dari superposisi dan tidak mengalami kekaburan karena pergerakan
➲ Jari-jari tangan dalam keadaan fleksi
➲ Kualitas radiograf harus mampu memperlihatkan batas-batas yang jelas antar bagian.
Proyeksi Oblik Postero Anterior
• Kaset yang digunakan berukuran 18 x 24 cm
• Posisi pasien : pasien duduk menyamping meja pemeriksaan pada sisi tangan yang akan diperiksa, lengan diatas meja pemeriksaan
• Posisi obyek : tangan diletakkan diatas kaset dengan sisi ulnar menempel pada kaset. Pertengahan kaset pada metacarpophalangeal joint dan diatur dari posisi lateral diputar kearah medial sebesar 45° dan diganjal spon yang mempunyai sudut kemiringan yang sama. Agar tangan tidak bergerak, pada lengan pasien diganjal sandbag.
• Pertengahan sinar : sinar tegal lurus menuju ke metacapophalangeal joint III. Jarak fokus ke film 90 cm.
• Struktur yang terlihat : tampak struktur tulang dan jaringan lunak dalam keadaan oblik.

Proyeksi ini digunakan untuk melihat adanya kelainan patologi atau sebagai informasi tambahan untuk kasus fraktur.
• Kriteria Evaluasi :
• Tangan dalam keadaan posisi oblik
• Metacarpal tiga-empat, empat-lima sedikit superposisi
• Proksimal dan distal metacarpal sedikit overlaping satu sama lain
• Metacarpal kedua dan ketiga terpisah
• Interphalangeal dan metacarpophalangeal joint membuka
• Jari-jari tangan dalam keadaan sedikit terbuka sehingga jaringan lunak tidak mengalami superposisi
• Bagian distal ulna dan radius tampak
• Kualitas radiograf harus mampu memperlihatkan jaringan lunak dan trabekula.
Proyeksi Oblik Antero Posterior (Metode Norgaard)
➲ Proyeksi ini biasanya dinamakan proyeksi
“BALL CATCHER”
➲ Proyeksi ini digunakan untuk deteksi awal adanya arthritis reumatik. Dalam proyeksi ini disarankan digunakan teknik non-screen sehingga didapatkan resolusi gambar yang tinggi. KVp rendah dipakai untuk mencapai kontras yang optimal.
➲ Kaset yang digunakan berukuran 24 x 30 cm, untuk kedua tangan sekaligus, diatur melintang.
➲ Posisi pasien : pasien duduk pada sisi meja pemeriksaan, lengan diatas meja pemeriksaan
➲ Posisi obyek : kedua tangan difoto sekaligus dengan posisi setengah tengadah sebagai perbandingan. Letakkan spon dengan kemiringan 45° pada kedua sisi tangan.
➲ Pertengahan sinar : sinar tegak lurus menuju ke pertengahan kedua tangan.
➲ Jarak fokus ke film 90 cm.
➲ Struktur yang terlihat : tampak struktur tulang dan jaringan lunak kedua tangan dalam keadaan oblik.
➲ Kriteria Evaluasi :
Kedua tangan harus tampak baik daerah carpal maupun ujung jari.
Caput metacarpal bebas dari superposisi
Kualitas radiograf harus mampu memperlihatkan jaringan lunak dan trabekula.
Densitas pada caput metacarpal harus pada rentang densitas guna.



TEKNIK RADIOGRAFI TULANG PERGELANGAN TANGAN
(OSSA CARPALIA / WRIST JOINT)




Pemeriksaan rutin tulang karpal digunakan proyeksi antero posterior dan lateral. Film yang digunakan berukuran 18 x 24 cm untuk dua proyeksi.
Carpalia / tulang pergelangan tangan / wrist joint
terdiri atas 8 tulang yang tersusun dalam 2 (dua) baris :
a. Bagian proksimal meliputi :
 os navikular (tulang bentuk perahu)
 os lunatum (tulang berbentuk bulan sabit)
 os triquetrum (tulang berbentuk segitiga)
 os psiforme (tulang berbentuk kacang)
b. Bagian Distal meliputi :
 os multangulum mayus (tulang besar bersegi banyak)
 os multangulum minus (tulang kecil segi banyak)
 os kapitatum ( tulang berkepala)
 os hamatum (tulang berkait)
Proyeksi Antero Posterior
➲ Posisi pasien : pasien duduk ditepi meja pemeriksaan
➲ Posisi Obyek : lengan dan tangan diatur antero posterior diatas meja pemeriksaan. Tulang tangan diatur dalam posisi AP diatas film, bagian dorsal jari-jari tangan diganjal dengan alat bantu segitiga atau bantal pasir agar tulang pergelangan tangan menempel pada film.
➲ CR : diatur vertikal tegak lurus terhadap obyek
➲ CP : pertengahan area tangan yang diperiksa
➲ FFD : 90 cm
➲ Kriteria yang tampak : tulang pergelangan tangan terproyeksi antero posterior, jarak antar-tulang metakarpal tampak lebih renggang karena dengan arah sinar dari bagian ventral celah-celah tersebut lebih paralel terhadap sinar-x yang divergen.
Proyeksi Postero Anterior
➲ Posisi pasien : pasien duduk di tepi meja pemeriksaan
➲ Posisi obyek : lengan dan tangan diatur antero posterior diatas meja pemeriksaan. Tulang tangan diatur dalam posisi PA diatas film, dibawah telapak tangan diberi pengganjal spon kecil agar tulang pergelangan tangan menempel pada film.
➲ CR : diatur vertikal tegak lurus terhadap obyek
➲ CP : pertengahan area tangan yang diperiksa
➲ FFD : 90 cm
➲ Kriteria yang tampak : tulang pergelangan tangan terproyeksi postero anterior tulang pergelangan tangan, bagian distal radius dan ulna.
Proyeksi Lateral
➲ Posisi pasien : pasien duduk ditepi meja pemeriksaan. Siku diatur fleksi 90°
➲ Posisi obyek : tulang pergelangan tangan diatur dengan lateral
➲ CR : vertikal tegak lurus terhadap obyek menuju ke pertengahan kaset
➲ CP : tepat mengenai pertengahan tulang pergelangan tangan yang diperiksa.
➲ FFD : 90 cm
➲ Kriteria yang tampak : gambar radiografi lateral tulang pergelangan tangan, ujung distal radius dan ulna saling tumpang tindih.
Bending Position
Ulnar Fleksi
➲ Posisi pasien : pasien duduk disamping / ujung meja pemeriksaan
➲ Posisi obyek : letakkan daerah wrist dengan proyeksi PA pada pertengahan kaset. Putar tangan ke arah ulnar
➲ CR : vertikal tegak lurus kaset (untuk mengetahui arah pergerakan garis fraktur, penyudutan kadang diperlukan, yakni 10° - 15° cranial atau caudad.
➲ CP : dipertengahan area yang diperiksa
➲ FFD : 90 cm
➲ Struktur yang terlihat : posisi ini memperbaiki pemendekan navicular, celah sendi carpal membuka
Radial Fleksi
➲ Posisi pasien : pasien duduk disamping / ujung meja pemeriksaan
➲ Posisi obyek : letakkan daerah wrist dengan proyeksi PA. putar tangan ke arah radius.
➲ CR : vertikal tegak lurus pertengahan kaset
➲ CP : pertengahan area yang diperiksa
➲ Struktur yang terlihat : interspace antar carpal pada sisi medial terbuka.

Proyeksi PA Oblik
Gunakan alat bantu / spon dengan kemiringan sudut 45°.
➲ Posisi pasien : duduk disamping atau ujung meja pemeriksaan
➲ Posisi obyek : letakkan pergelangan tangan yang diperiksa dengan bagian ulna menempel pada kaset. Dari proyeksi lateral, putar tangan 45° kearah anterior.
➲ CR : vertikal tegak lurus kaset
➲ CP : pada permukaan anterior antara sisi medial dan lateral
➲ FFD : 90 cm
➲ Struktur yang terlihat : tampak carpal dalam posisi lateral, terutama navikular, distal radius dan ulna tampak.
Proyeksi AP Oblik
➲ Posisi pasien : duduk disamping atau ujung meja pemeriksaan
➲ Posisi obyek : letakkan tangan yang akan diperiksa dengan posisi lateral. Putar tangan ke posterior sehingga sisi dorsal carpal menempel kaset.
➲ CR : vertikal tegak lurus kaset
➲ CP : pada permukaan anterior antara sisi medial dan lateral
➲ FFD : 90 cm
➲ Struktur yang terlihat :
➲ carpal pada sisi medial terlihat (triquetrum, hamate, dan psiforme bebas dari superposisi)
➲ distal radius-ulna, metakarpal proksimal tampak
➲ kualitas radiograf harus mampu menunjukkan soft tissue dan trabekula.

0 komentar:

Poskan Komentar